TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Guna mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, Bank Indonesia DIY kembali menyelenggarakan kegiatan Semarak Ekonomi Syariah Yogyakarta (SEMESTA) bertajuk “Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah Memperkuat Stabilitas dan Kemandirian Ekonomi”.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Hermanto mengatakan ekonomi syariah menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi  daerah dan nasional.

Kemudian Capacity Building HEBITREN DIY, Training of Trainer (ToT) Pejuang Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah, Digitalisasi Islamic Social Finance, Penguatan Halal Center, Lelang Wakaf, dan Seminar Social Finance.

“Upaya pengembangan eksyar (ekonomi dan keuangan syariah) dilakukan bersinergi dan berkolaborasi bersama stakeholder terkait dengan berlandaskan pada tiga strategi utama, yaitu penguatan rantai nilai halal, peningkatan keuangan syariah, serta pencerahan dan pembangunan preferensi masyarakat,” katanya.

Ia menerangkan ada tantangan dalam mengembangkan eksyar di Indonesia. Tantangan pertama berkaitan industri syariah, seperti produksi, ketersediaan, dan kualitas bahan baku halal.

Selanjutnya berkaitan dengan keuangan syariah yang berupa inovasi model bisnis keuangan syariah, perluasan basis investor, dan pemanfaatan digitalisasi. Tantangan terakhir adalah literasi keuangan syariah di masyarakat. Pasalnya indeks literasi keuangan syariah masih di bawah 50 persen.

Bank Indonesia DIY terus berkomitmen dalam mendukung upaya pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, salah satunya dengan optimalisasi penghimpunan ZISWAF melalui GandengGendong Super Apps.

“Berbagai rangkaian kegiatan SEMESTA 2025 diharapkan dapat menjadi komitmen bersama untuk terus bergerak mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sebagai game changer perekonomian, mengurangi kesenjangan sosial, serta mendukung terwujudnya Indonesia menjadi Pusat Industri Halal Dunia,” ujarnya.

Pj Sekretaris Daerah DIY, Aria Nugrahadi menambahkan ekonomi dan keuangan syariah adalah alternatif dari sistem keuangan konvensional dan merupakan solusi yang berlandaskan etika, keadilan, dan keberkahan. Sistem ini menawarkan model ekonomi yang berfokus pada kesejahteraan bersama, keberlanjutan, dan pemerataan yang adil di seluruh lapisan masyarakat.

Ia menyebut peluncuran GandengGendong Super Apps merupakan inovasi untuk pengembangan ekonomi syariah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Sinergi antara ekonomi dan keuangan syariah akan menjadi kekuatan baru yang memperkuat stabilitas dan kemandirian ekonomi, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat memperkuat fondasi ekonomi Indonesia, menjadikan negara kita lebih kuat, lebih adil,” imbuhnya. (maw)

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul BI Dorong Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah di DIY Melalui Kegiatan SEMESTA, https://jogja.tribunnews.com/2025/08/14/bi-dorong-pengembangan-ekonomi-dan-keuangan-syariah-di-diy-melalui-kegiatan-semesta.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Yoseph Hary W